Rabu, 31 Oktober 2018



  Gunung Es Komunikasi

Yang Terlihat dan Yang Tak  Terlihat Dari Komunikasi Manusia

 Sebagian besar tindakan dan fungsi yang diperlukan untuk membuat proses komunikasi bekerja tidak akan terlihat oleh mata yang tidak terlatih seperti situasi berikut ini. Bill berkata : “jane, tolong berikan garam. “ jane mengambil tempat garam dan memberikannya pada Bill. Dalam keadaan seperti ini situasi dapat dimaknai dari bill kepada jane melalui pesan verbalnya. Bagaimanapun, bahkan dalam situasi dasar seperti permintaan garam, proses komunikasi jauh lebih kompleks dari yang terlihat dan sebagian besar kompleksnya tersebut tidak terlihat. Untuk memahami kompleksitas komunikasi secara utuh ada baiknya kita memiliki pemahaman dari karakteristik yang terlihat maupun yang tidak terlihat dari komunikasi manusia.

Aspek-aspek yang terlihat dari komunikasi

v  Orang

Ketika kita merujuk kepada orang, kita berfikir mengenai individu sebagai pengirim/penerima pesan. Kita memasukkan kedalam kategori juru bicara, seperti halnya individu-individu yang berbicara kepada orang lain, kelompok atau organisasi. Individu yang terlbat dalam penulisan dan pengiriman pesan juga termasuk didalamnya yang merupakan penerima pesan dalam situasi komunikasi baik sebagai pedengar, pembaca atau pengamat.

v  Simbol

Simbol adalah karaker, huruf, angka, kata-kata, benda, orang, atatu  tindakan yang berfungsi mewakili sasuatu  siimbol itu sendiri. Sejumlah penulisan the merujuk simbol sebagai sifat sosial kita. Sebagai manusia, kita memiliki kemampuan berkomunikasi yang unik, bagaimanapun kita dapat membuat dan menggunakan simbol an bahasa simbolis, dan inilah suatu keahlian dan dampak dari itu yang membuat sifat menonjol sebagai makhluk manusia.

Simbol-simbol mewakili benda atau ide tentang sebuah benda. Kata-kata simbol karena mereka mewakili benda, ide, hubungan, orang, tempat dan perasaan untuk penamaan, hanya sedikit konsep atau objek yang dirujuk oleh kata-kata.

v  Teknologi

Bagi kebanyakan hewan, sinyal penglihatan, pendengaran, penciuma, perasaan  dan sentuhhan bersifat sementara. Suara, sentuhan, sensasi atau bau secara efektif dapat membuat hewan berhubungan dengan sesamanya dan dengan ilngkungannya. Masing-masing sinyal tidak bertahan lama, dan setelah  pesan itu tersampaikan tidak meninggalkan jejak. Dalam banyak kasus, hewan juga harus berada dalam jarak penglihatan atau pendngaran untuk menanggapi pesan dari hewan lain. Tanpa mnggunakan penglihata atau pendengaran hewan mungkin dapat menanggapi  pesan melalui isyarat penciuma, namun, isyarat penciuman ynag digunakan untuk menandai wilayah atau memberikan jejak umunya juga cepat hilang.

v  Permanen dan portabilitas.

Teknologi memungkinkan kkita untuk mengumpulkan dan mengirimkan informasi dari satu generasi kegeerasi berikutnya. Teknologi memungkinkan kita untuk ”menjembatani” atau “mengikat “ waktu untuk menggunakan rekaman dari masa lalu seperti halnya masa kini, serta untuk membuat pesan hari ini yang akan menjadi bagian dari generasi mendatang.

Berkat teknologi komunikasi manusia jjuga memiliki kapasitas “berpindah-pindah” untuk  menjembatani ruang. Benda orang yang merujuk  ssimbol tertentu  tidakk perlu hadir disatu lokkasi geografis dapat dikirimkan kepada orang-orang dibenua lain. Teknologi  komunikasi memperpanjang dan memberikan alternative untuk komunikasi tatap muak, sebagai sarana mengirim dan menerima pesan.

Aspek Komunikasi yang Tidak Terlihat

Sepuluh aspek lain dari komunikasi sangatlah penting, namun tidak terlihat oleh mata yang tidak terlatih. Kesepuluhnya itu yaitu:

Ø  Makna

Kita menciptakan simbol. Untuk menggunakanna dalam komunikasi, kita juga harus menciptakan makna dan tanggapan kepada simbol-simbol itu. Untuk menggambarka hal ini, perhatikan kata burung. Kata burung tidak memiliki makna yang melekat dan terkandung didalamnya. Ini hanyalah sebuah pola tertentu dari getaran suara yang datang bersamaan dengan manipulasi pita suara, bibir, lidah, da mulut, atau sebuah konfgurasi tinta pada kertas dalam bahasa tertulis

Ø  Pembelajaran

Kita lahir dengan memiliki beberapa reflek kecendurungan merespo pesan. Misalnya adalah saat terjadi sentuhan putting susu  kemulut bayi yang baru  lahir sentuhan itu  adalah isyarat yang memicu  respons reflek yang menghisap yang dipelukan untuk makan. Demikian juga kita sengaja menempatkan jari diatas kompor panas, sinyal dikirim keotak, dan dalam sekejap kita tarik tangan kita kembali.tanggapa seperti ini terjad secara  otomatis. Hal-hal reflek demikian adalah non-simbolik dan tidak melibatkan proses pembelajaran simbol. Gejalah ini adalah apa yang dapat kita sebut dengan istilah aturan pertama, peristiwa memproses informasi..

Ø  Subjektivitas

Pengakuan bahwa banyak komunikasi adalah subjektif dan pribadi telah mengalihkan nilai tema pengamatan, bahwa yang menakjubkan dari komunikasi tidaklah saat terlihat gagal, melainkan justru pada saat ia tampakk berhasil.

Ø  Negoisasi

Untuk simbol yang  kita gunakan, agar dapat terhubung dengan yang lain secara efektif, makna yang kita gunaka haruslah klop dengan makna yang dimiliki oleh yang lain. Saat kita terlibat dalam komunikasi, kita telah ambil bagian dalam proses negosasi, melalui mana kita mencocokkan makna-makna yang kita miliki dengan yang dimiliki orang lain.

Ø  Budaya

Melalui komunikasi manusia kita menciptakan budaya umum dan pandangan bersama tentang realitas dan tiba pada tahap memahami satu sama lain untuk mengoordinasikan makna dari simbol-simbol yang kita gunakan.

Budaya adalah sistem pengetahuan yang digunakan oleh sekelompok besar orang. Budaya dapat  dicirikan sebagai individualistik atau  kolektif. Dalam budaya individu listis (seperti Amarika Serikat) inisiatif individu, prestasi, dan kompetisi dinilai dan realisasi diri adalah tujuan utama.

Refleksivitas Diri



Kapasitas atau kemampuan refeksivitas adalah inti dari proses komunikasi. Bersamanya individu dimungkinkan untuk melihat diri mereka sebagai diri sebagai bagian lingkungan, atau sebagai bagian yang terpisah dari lingkungan. Karena refleksi diri itulah kita mampu untuk berfikir tentang pertemuan kita dan keberadaan kita, tentang komunikasi dan perilaku manusia. Kemampuan ini memungkinkan kita untuk menetapkan tujuan dan mengukur kemajuan kita dalam tahapan meraihnya.

                Keniscayaan

                Komunikasi selalu terjadi. Pesan-pesan niscaya dikemas dan diproses. Yang paling sering dari apa yang kita sebut “berantakan” dan “gagal” bukanlah hasil dari kelemahan pengiriman pesan dan penerimaannya, akan tetapi sebaliknya, adalah dari perbedaan interpretasi pesan, harapan, maksud atau hasilnya.

Implikasi dan aplikasi

·         Sangat sedikit aktifitas manusia yang tanpa menggunakan simbol dan bahasa simbolik.

·         Bahasa-bahasa simbolik yang paling umum adalah bahasa lisan dan tertulis, tetapi musik, komputer, seni dan tanda bahasa juga termasuk bentuk komunikasi manusia.

·         Makna yang kita lampirkan kepada orang-orang dan kejadian disekitar kita tumbuh merupakan hasil dari pengalaman kita.


Rabu, 24 Oktober 2018

Evolusi Teori Komunikasi

Evolusi pemikiran
            Sebagian besar pandangan yang paling awal tentang komunikasi berpusat pada kkepentingan umum dimana seorang orator menyampaikan pidato untuk meyakinkan pendengarannya mengenai suatu kebenaran dari sudut pandang tertentu. Secara bertahap pemikiran komunikasi berkembang secara luas, dengan focus pada berbicara antar pribadi dan berbicara didepan umum. Komunikasi im komunikasi dengan mediasi teknologi serta komunikasi verbal banyak pembicara dengan banyak pendengar dan sumber perorangan dengan banyak penerima.
Selama lebih dari 2.500 tahun para pakar dan praktisi telah berpikir tentang sifat komunikasi. Istilah yang digunakan,dan contoh-contoh yang mereka pakai,beraneka warna sesuai dengan waktu,namun tujuan pokoknya-mendapatkan pemahaman tentang peranan komunikasi dalam urusan kemanusiaan-tetap tidak berubah.
Bentuk model bermacam-macam,tetapi terlepas dari karakteristik khusunya setiap model,semuanya memiliki satu tujuan umum, yaitu membuat,menyederhanakan,menampilkan hal-hal pokok dan menekankan ciri-ciri dasar objek, proses, atau fenomena yang akan ditampilkan. Dengan demikian, apakah model tersebut adalah sebuah pesawat mainan, bangunan, atau molekul DNA,tujuannya adalah untuk menyajikan gambaran yang koheren tentang apa yang oleh pembuatnya diyakini sangat penting dari focus penelitian yang dilakukannya.
Model-model yang disajikan dan didiskusikan yaitu menawarkan cara terbaik untuk meneliti sifat dan lebih memahami dasar-dasar dari proses komunikasi,menganalisis model-model secara kronologis, membuat kita paham akan konsep inti teori komunikasi yang berevolusi dari tahun ke tahun.

Asal Usul Teori Komunikasi: Yunani Kuno
 Aristoteles (385-347) dan gurunya Plato (427-347 SM) adalh tokoh yang paling sentral dalam permulaan studi komunikasi. Keduanya mengganggap komunikasi sebagai seni atau keahlian untuk diprkatikan sekaligus sebagai bidang studi. Bagi, Aristoteles komunikasi kegiatan verbal melalui mana pembicara berusahs membujuk – untuk mencapai tujuan yang didimilkinya dengan seorang pendengar melaui penyusunan argumen secara mahir dan melalui penyamapaian pidato. Plato dalam tulisan-tulisannya, menguraikan secara garis besar apa yang menurutnya diperlukan untuk studi retorika dan berkontribusi terhadap penjelasan yang lebih luas mengenai perilaku manusia. Ia berkeyakinana bahwa bidang ini harusnya mencakup studi mengenai sifat dari kata-kata, studi tentang sifat manusia dan cara mereka menjalani kehidupan
Abad ke- 20
Sebagai bidang sekaligus sebagai satu displin tersendiri komunikasi yang muncul di tahun 1940-an, 1950, dan 1960-an, dengan pengaruh dari ide-ide yang diekmukakan oleh para ilmuwan Yunani Kuno dan diperdalam dalam tulisan-tulisan pada masa berikutnya, masih memiliki bukti yang masih banyak.

Model Komunikasi Lasswell
Dia mengatakan bahwa proses komunikasi dpat dijelaskan dengan sangat baik oleh pernyataan sederhana :
“siapa mengatakan apa kepada siapa dengan saluran apa dan dengan dampak apa”
Lasswel melihat komunikasi sebagai proses satu arah dimana sseorang individu memengaruhi orang lain melalui pesan. Model Laswell mengingatkan bahwa mungkin trdapat bebagai hasil atau efek dari komunikasi, seperti menginformasikan, menghibur, memperburuk, serta membujuk.

Model Shannon dan Waeaver
     Shannon dan Weaver menggambarkan proses komunikasi dengan cara ini :“komunikasi mencakkup semua prosedur dengan mana satu pikiran dapat  memengaruhi yang lain. Ini, tentu saja, tidak hanya mencakup tulisan dan pidato lisan, tetapi juga musik , seni, gambar, teater, balet, dan sebenarnya meliputi semua perilaku manusia.”
Shannon dan Weaver membuat beberapa perbedaan yang tidak ada dalam model yang lain. Secara lebih khusus, mereka membedakan antara sinyal dan pesan; sumber informasi dan pemancar; dan penerima dan tujuan.

Model Scharmm
Scharm melihat komunikasi sebagai upaya sengaja untuk membentuk kesamaan antara sumber dan penerima, dengan catatan bahwa kata komunikasi berasal dari bahasa latin communis, yang berarti common atau bersama. Dia berpendapat bahwa tanpa kesamaan medan pengalaman-kesamaan bahasa, kesamaan latar belakang, kesamaan budaya, dan sebagainya hanya sedikit kesempatan bagi pesan untuk dipahami.
Scharmm menegaskan pentingnya umpan balik (feed back) sebagai cara untuk mengatasi masalah gangguan (noise). Dia mengatakan bahwa umapan balik “memberi tahu kita bagaiman pesan kita sedang diinterpretasikan ... seorang komunikator yang berpengalaman akan sangat memprihatinkan umpan- balik dan terus-menerus memodifikasi pesannya berdasarkan apa yang dia [ laki-kaki atau perempuan ] amati atau dengarkan dari khalayaknya”.
Model Katz dan Lazarsfeld
Pada 1955, ilmuwan politik Elihu Katz dan Paul Lazarsfeld menyajikan konsep dua langkah harus(two-stepflow) komunikasi dalam buku merek, ”Pengaruh Pribadi” (personal influence).Model ini berdasarkan penelitian sebelumnya dimana mereka menemukan bahwa informasi yang disajikan dalam media massa tidak mencapai dan tidak memiliki dampak pda individu secara langsung sebagaimana padangan sebelumnya ynag menganggapnya demikian. Secara khusus, penelitian mereka  menemukan bahwa pesan politik melalui radio dan media cetak memiliki efek ynag kurag berarti bagi  keputusan pemilih. Meskipun peeneliti ini menegaskan bahwa konsep  dua langkah ini hanya berlaku dalam beberapa situasii  tertentu, namun formulasi  ini telah  sangat berpengaruhh selama bertahun-tahun. Penelitian ini menunjukkan hubungan komunikasi tatap muka  dan komunikasi  massa, dan jugga memperkenalkan konsep pemuka  pendapat. Penelitian ini jugaa memberikan dasar bagi pengembangan teoori  difusi (diffusion theory) yang menggambarkan dimana pproses ide-ide baru dan inovasi teknollogi diperkenalkan dan diadopsi  dalam kelompok, organisasi, atau masyarakat.
Model Westley dan MacLean
Pendekkatan yang agak berbeda  dikembangkan oleh Bruce Westley dan MacLean Malcolm S.,Jr. mereka  menganjurkan agar meiha proses komunikasi dimulai  denga penerimaa pesan, dari pada pengiriman pesan. Untuk  lebih memastikan, model Westley  dan MacLean menunjukkan bahwa proses komunikasi yang sesungguhnya  dimulai dengan serangkaian sinyal (signal)  atau  potensi pesan.
Model Dance
Pada 1967 Frank Dance mengembangkan model komunikasi  yag disebut dengan model spiral berputar (helical-spiral). Secara substansia, model Dance ini berbeda dalam penaampilan dibandingkan dengan model-model lain sebelumnya. Dipilihhnya bentuk visual seperti ini dimaksudkn untuk menunjukkan bahwa komunikasi adalah proses yang kompleks dan evolusioner. Sebagaimana Dance menulis. Jika komunikasi dipandang sebagai suatu proses, kita dipaksa untuk menyesuaika pemeriksaan kita da nstrumen pengujian kita atas suatu tantangan yang ada dalam gerakan, sesuatu yang berubahh sedangkan kita berada di dalamnya untuk memeriksanya.
Model Watzlawick, Beavin, dan Jackson
Pada tahun 1967, Paulus Watzlawick, Janet Beavin, dan Don Jackson menulis kegunaan komunikasi manusia (pragmatics of Human Communication) yang memberikan pandangan umum tentang komunikasi berdasarkan studi spikiatri dan terapi. Pendekatan dan konsep-konsep yang mereka pakai serta dalil-dalil yang mereka kemukakan telah memberikan pengaruh yang sangat besar dalam pemikiran komunikasi. Model Watzlawick-Beavin-Jackson, yang disajikan dalam bentuk umum. Melukiskan komunikasi sebagai proses memberikan dan menerima pesan diantara para pesertamya. Model ini menekankan pandangan bahwa komunikasi bukanla sesuatu yang terjadi hanya ketika sumber dengan sengaja memilihi pesan untuk mengirimkannya. Sebaliknya mereka menyatakan bahwasanya kita selalu beranggapan, “orang tidak dapat berkomunikasi.”
Model Thayer
Pada 1968, buku Lee Thayer, Komunikasi dan Sistem Komunikasi (Communication and Communication System), memberikan pandangan lintasdisiplin mengenai komunikasi. Thayer menekanan komunikasi sebagai proses yang dianamis dimana individu menciptakan dan menginterpresaikan informasi yang dilihatnya sebagai suatu yang kompleks, dinamis, dan sangat pribadi. Untuk meningkatkan cara berpikir ini, Thayer mengusulkan konsep “masuk kedalam hitungan yang mampu” dan “masuk kedalam hitungan yang lemah”, menurutnya kemampuan dan kerentanan kita mengarahkan cara kita memperoleh, memeroses, menghasilkan, dan menyebarkan informasi.
Teori Komunikasi di Abad ke -21
Secara umum tema dan konsep yang sanagt penting dalam membangun teori komunikasi selam dekade pertengahan abad ke-20 berasal dari tahun 1980 dan 1990-an dengan sejumlah perubahan dalam terminologi dan penekanan.
Teori komunikasi yang memusatkan perhatian pada media (atau teknologi) cenderung untuk meminimalkan perbedaan antara komunikasi massa dan bentuk komunikasi lainnya yang didalamnya teknologi dilibatkan.
Hal lain yang penting selama akhir 1980-an dan 1990-an adalah pengaruh kajian budaya dalam penegmbangan teori komunikasi. Pendekatan ini menekankan peran penting politik, kelas sosial, atau pengaruh budaya dalam membingkai konteks dimana peristiwa komunikasi tertentu terjadi.
Dalam dekade pertama abad ke-21, model-model komunikasi yang populer mengungguli model-model yang berkembang pada dekade-dekade sebelumnya. Pada sebagian besar buku teks pengantar komunikasi secara luas digunakan, misalnya komunikasi digambarkan sebagai proses interaksi, atau transaksi, antara individu yang melibatkan pesan, media, dan umpan balik.

Refleksi Evolusi Teori Komunikasi
Paradigma dan Anomali
Hal yang paling mendasar dari tema-tema yang tradisional itu adalah pandangan bahwa komunikasi terdiri dari sumber yang menyusun dan mengirimkan pesan ke satuatau lebih penerima dlam rangka untuk menghasilkan efek tertentu. Dalam cara berpikir ini, komunikasi adalah peristiwa satu arah dalam bentuk pengiriman pesan dari sumber ke (sejumlah) penerima. Karakterisasi S-M-R = E ini telah begitu meresap kedalam pemikiran ilmu ini sehingga mencerminkan apa yang disebut dengan filsuf Thomas Khun dan pemikir lainnya sebagai paradigma. Paradigma adalah orientasi teoritis yang luas yang mengarahkan para ilmuwannya dalam suatu bidang ilmu bekerja secara substansi selam periode waktu tertentu.
Hasil penelitian, pengamatan, atau peristiwa yang tidak dapat dijelaskan oleh, atau tidak selaras dengan paradigma yang ada disebut anomali. Seringkali kemudaian anomali menjadi pendorong unrtuk membuang satu paradigma dan menjadi paradigma baru.
Model dan tulisa-tulisan Shannon dan Weaver, dan terutama lagi Scarhmm, menunjukan bukti adanya anomali MS#MR dan permulaan dari perubahan model komunikasi. Konsep kebisngan (noise) dari Shannon dan Weaver merepresentasikan pengakuan formal pertama dalam model komunikasi dasar bahwa pesan yang dikirim oleh seorang sumber dan pesan yang diterima oleh penerima serinng tidak bersesuaian.

Teori Komunikasi Dewasa Ini 
Tinjauan kami atas model-model komunikasi menunjukan bahwa paradigma S—M—R = E mendominasi sepanjang sejarah ilmu komunikasi, empat puluh tahun terakhir telah membawa sejumlah perubahan perspektif bidang ini. Evolusi konsep tersebut terdiri dari :
·     Dari sumber – dan berpusat pada pesan ke penerima dan berpusat pad makna
·     Dari satu – cara ke interaktif dan transaksional
·     Dari peristiwa ke berorientasi pada proses
·    Dari penekanan yang khusus pada pengiriman informasi ke penekanan pada interpretasi dan hubungan, serta pengiriman informasi

Dari berbicara didepan umum ke kerangka kerja yang mempertimbangkan komunikasi dalam berbagai konteks termasuk individu, hubungan, keluarga, kelompok, organisasi,masyarakat, dan media.

Rabu, 17 Oktober 2018


Komunikasi Dan Perilaku Manusia

Study Komunikasi di Masa Awal

Sulit untuk menentukan secara tepat kapan dan bagaimana komunikasi untuk pertama kalinya dianggap sebagai faktor penting dalam kehidupan manusia.

Menurut para sejarawan, perhatikan yang sangat besar terhadap komunikasi dan perannya dalam urusan-urusan manusia sudah diperlihatkan sebelum abada ke-5 SM, dalam naskah-naskah klasik Babilonia dan Mesir dan di dalam buku karya Homer, Ilad. Sebuah esai yang ditulis sekitar 3000 SM memeberikan saran tentang bagaimana berbicara secara efektif, sedangkan The Precepts, disusun sekitar 2675 SM di Mesir menyediakan panduan mengenai komunikasi efektif.

Retorika dan Pidato

Sangat boleh jadi, teori komunikasi pertama dikembangkan oleh Corax dan kemudian disempurnakan oleh muridnya, Tisias, di zaman Yunani Kuno. Corax dan Tisias mengembangkan konsep pengorganisasian pesan, menunjukan bahwa pesan harus memiliki tiga bagian, yang jika dibahasakan dengan konsep hari ini adalah pengantar, tubuh, dan kesimpulan.

Tulisan-tulisan dua sarjana lain, Cicero (106-43 SM) dan Quintilin (tahun 35-95), juga memberikan kontribusi terhadap perluasan teori komunikasi. Seperti Plato dan Aristoteles, Cicero mengembangkan teori retorika dan menjadikan komunikasi sebagai kajian akademis maupun masalah praktis. Pandangannya tentang komunikasi sangat komprehensif dengan memperhitungkan semua aspek yang kini dianggap sebagai domain ilmu-ilmu sosial. Dia percaya seorang pembicara yang sukses adalah orang yang memiliki banyak pengetahuan.

Pada awal abad ke-17, Sir Francis Bacon baik pidato yang diucapkannya maupun tulisan yang dibuatnya, dirancang untuk tujuan yang lebih praktis dalam teori-teorinya. Ia merumuskan dasar-dasar etika komunikasi dan ia berpendapat bahwa fungsi retorika yang sebenarnya adalah mendorong terjadinya kebaikan. Ide-idenya memberi pengaruh besar terhadap para penulis di kemudian hari.

Penulis lain pada abad ke-18, Hugh Blair, mengajukan teori yang dapat diterapkan baik untuk menulis ataupun berbicara. Bukunya, Lectures on Rhetoric and Belles Letter, sangat berpengaruh pada saat itu.

Pada akhir abad ke-19, kebanyakan perguruan tinggi dan universitas dibagi-bagi kedalam departemen-departemen, di mana retorika dan pidato sering diajarkan  di dalam departemen bahasa Inggris.

Jurnalisme

Surat kabar di masa-masa awal merupakan campuran dari laporan berkala (news latter), balada (ballads), pengumuman (Proclamation), saluran politik (political tracts), dan pamflet (pamphlets) yang menggambarkan beberapa kejadian. Seperti pidato dan retorika, jurnalisme merupakan komunikasi publik. Pertengahan tahun 1600-an memperlihatkan muncul disurat kabar dalam bentuknya yang modern, dan untuk pertama kalinya koran diterbitkan di Amerika Serikat bernama, Publick Occurrennces Both Foreign and Domestic, muncul pada tahun 1690 di Boston.



Popularitas Komunikasi

Disiplin, Aktivitas, dan Profesi. Salah satu faktor yang berkontribusi pada kerancuan arti komunikasi selama periode peningkatan popularitas ini adalah penggunaan satu istilah untuk bidang studi, seperangkat kegiatan, dan sebuah profesi. Di dalam disiplin-disiplin  bidang-bidang yang lain, istilah yang berbeda digunakan secara khusus untuk membedakan disiplin dari fenomena itu sendiri dan dari praktik Profesionalnya. Sedangkan didalam komunikasi satu kata dipakai untuk disiplin, aktivitas, dan profesi.


Abad ke-21: Studi Komunilasi Massa Kini

Yang kuno dan yang baru

Inti dari penelitian komunilasi modern memiliki asal-usul yang ada di dalam para filsuf Yunani Kuno. Akan tetapi, tahun 1900-an telah membawa sejumlah perubahan terhadap disiplin ilmu komunikasi, termasuk nama baru. Dalam lima puluh tahun terakhir lingkup kajian bidang ini telah bertambah luas, strukturnya telah berubah, dan setiap aspeknya telah berkembang secarah substansial. Sehubungan dengan hal ini, komunikasi dapat dipandang sebagai sebuah bidang yang baru saja muncul, disiplin ilmu terbaru yang bersangkutan dengan studi tentang perilaku Manusia.

Disiplin dan Hubungan Interdisiplin
            Telah  terjadi setidanya setengah abad terakhir, komunikasi pada periode sekarang adalah sebuah disiplin tersendiri yang kuat. Pada saat yang sama, minat dalam komunikasi sudah melampaui batas-batas bidang Komunikasi. Dualisme ini menegaskan peran sentral komunikasi dalam urusan manusia. Dan, pada saat batas antara komunikasi dan bidang lain menjadi tidak terlalu kaku, komunikasi berfungsi sebagai penghubung intelektual yang penting antara para ahli persuasi dan beragam sudut pandang.
  

Penerapan pada Ranah Pribadi dan Ranah Profesional
            Pentingnya  komunikasi yang melekat pada kehidupan masa kini dapat juga dilihat pada sejauh mana fenomena ini dianggap penting untuk pribadi serta dalam pekerjaan kita. Kenyataanya, rak-rak perpustakaan dan tokoh buku penuh dengan tulisan-tilisan yang menekankan pentingnya komunikasi untuk pengembangan dan pemeliharaan hubungan interpersonal dan keluarga yang lebih bermakna. Buku-buku tersebut berbica tentang pentingnya komunikasi bagi para pemimpin perorangan, kerja sama tim, efektivitas organisasi dan daya saing pasar, diantara topik-topik lainnya.
  

Teknologi Baru dan Teknologi Lama
            Berbicara dan mendengarkan adalah hal yang utama untuk berkomunikasi ataupun untuk perilaku manusia sejak zaman Yunani Kuno hingga awal melenium baru. Dalam periode sekarang, kita lebih beruntung karena ada penambahan jumlah teknologi komunikasi, baik yang bentuknya permanen maupun yang mudah dibawah ke mana pun kita pergi sebagai sarana bertukar pesan secarah tatap muka. Media yang sudah lama tersedia seperti koran, radio, televisi, dan majalah sudah berubah menjadi teknologi baru yang perkembangannya dapat kita ikuti dipasaran setiap tahun.
  

Masalah dan Solusi

Beberapa  topik telah merembes ke dalam budaya populer sebagaimana kedalam komunikasi. Kita telah begitu terbiasa mendengar dan membaca komentar mengenai tentang yang kita hadapi dalam pertentangan sosial, kependudukan, politik, gender, budaya, gaya hidup, agama, atau lingkungan pekerjaan dimana peran sentral komunikasi dalam masalah-masalah tersebut sering diabaikan. Dalam perbincangan tersebut, komunikasi atau lebih tepatnya, kurang dari pada itu dianggap sebagai masalah yang mendasar. Namun, sebagai dinyatakan John Peters, komunikasi juga dapat dilihat sebagai solusi yang paling penting. Paradoknya, komunikasi dapat dipandang sebagai jurang sejaligus jembatan. Ikhtiar yang seknifikan mendalami fenomena dizaman ini adalah sangat luar biasa, dalam hal ini merupakan suatu faktor yang berkontribusi terhadap kekuasaan dan pentingnya studi dan praktik komunikasi.
 

Keterampilan Praktis dan Proses Dasar Kehidupan
            Hal yang kontras lainnya dari studi komunikasi masa kini adalah mengenai keluasannya. Dalam abanyak pelajaran komunikasi, tekanan utamanya adalah keterampilan dan lebih khusus lagi teknik yang berhubungan dengan penciptaan dan penyebaran pesan, secarah lisan ataupun melalui tulisan, secarah tatap muka ataupun secarah teknologi melalui media. Bahkan masi ada pelajaran lainnya biasanya menggunakan buku seperti ini bahwa secarah teoritis pendekatan komunikasi dilihat sebagai sebuah proses kehidupan yang sangat penting, yang menjadi dasar bagi perkembangan fisik, pribadi, sosial, dan eksistensi budaya kita.


Implikasi dan Aplikasi
- Komunikasi telah lama dianggap sebagai hal penting bagi praktik dan pemahaman urusan manusia.
- Dalam beberapa dekade terakhir, studi komunikasi telah menjadi subjek akademis yang semakin populer.
- Studi komunikasi menawarkan mahasiswa kekayaan dan keragaman tradisi pengetahuan budaya, dicampuri dengan penerapan dalam bidang profesional.
- Studi komunikasi masa kini terus menjadi disiplin tersendiri yang sangat kuat, dan juga menjadi dasar hubungan antara ahli dan praktisi dari banyak bidang lainnya di mana yang komunikasi menjadi hal yang penting.
- Paradoksnya, komunikasi adalah dasar bagi banyak masalah manusia dan juga sebagai solusi yang potensial.


Kamis, 11 Oktober 2018




UNSUR UNSUR KOMUNIKASI & TINGKATAN


Unsur-unsur Komunikasi



Komunikasi antar manusia hanya bisa terjadi, jika ada seseorang yang menyampaikan pesan kepada orang lain tujuan tertentu, artinya komunikasi hanya bisa terjadi kalau didukung oleh adanya sumber, pesan, media, penerima, dan efek . unsur-unsur ini bisa juga disebut komponen atau elemen komunikasi.



1. Sumber, Semua peristiwa komunikasi akan melinatkan sumber sebagai pembuat atau pengirim ineormasi. Dalam komunikasi antarmanusia, sumber bisa terdiri dari satu orang, tetapi bisa juga dalam bentuk kelompok misalnya partai, organisasi atau lembaga. Sumber sering disebut pengirim, komunikator atau dalam bahasa Inggrisnya disebut source, sender, atau encoder.

2.        Pesan, Pesan yang dimaksud dalam proses komunikasi adalah sesuatu yang disampaikan pengirim kepada penerima. Pesan dapat disampaikan dengan cara tatap muka atau melalui media komunikasi. Isinya bisa berupa ilmu pengetahuan, hiburan, informasi, nasihat atau propaganda. Dalam bahasa inggris pesan biasanya diterjemahkan dengan kata massage, content atau informasi (Hafied Cangara, 2008;22-24).

3.        Media, Media adalah alat sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada khalayak. Ada beberapa pakar psikologi memandang bahwa dalam komunikasi antarmanusia, media yang paling dominan dalam berkomunikasi adalah pancaindra manusia seperti mata dan teliga. Pesan-pesan yang diterima pancaindra selanjutnya diproses dalam pikiran manusia untuk mengontrol dan menentukan sikapnya terhadap sesuatu, sebelum dinyatakan dalam tindakan. Akan tetapi, media yang dimaksud dalam buku ini, ialah media yang digolongan atas empat macam, yakni: Media antarpribadi, untuk hubungan perorang (antarpribadi) media yang tepat digunakan ialah kurir /utusan, surat, dan telpon. Media kelompok, Dalam aktivitasa komunikasi yang melibatkan khlayak lebih dari 15 orang, maka media komunikasi yang banyak digunakan adalah media kelompok, misalnya, rapat, seminar, dan konperensi. Rapat biasanya digunakan untuk membicarakan hal-hal penting yang dihadapi oleh suatu organisasi. Seminar adalah media komunikasi kelompok yang biasa dihadiri 150 orang. Konferensi adalah media komunikasi yang dihadiri oleh anggota dan pengurus dari organisasi tertentu. Ada juga orang dari luar organisasi, tapi biasanya dalam status peninjau. Media publik, kalau khalayak lebih dari 200-an orang, maka media komunikasi yang digunakan biasanya disebut media publik. Misalnya rapat akbar, rapat raksasa dan semacamnya. Media massa, jika khalayak tersebar tanpa diketahui di mana mereka berada, maka biasanya digunakan media massa. Media massa adalah alat yang digunakan dalam penyampaian pesan dari sumber kepada khalayak (penerima) dengan menggunakan alat-alat komunikasi mekanis seperti surat kabar, film, radio, dan televisi (Hafied Cangara, 2008;123-126).

4.        Penerima, Penerima adalah  pihak yang menjadi sasaran pesan yang dikirim oleh sumber.  Penerima bisa terdiri satu orang atau lebih, bisa dalam bentuk kelempok, partai atau negara. Penerima biasa disebut dengan berbagai macam istilah, seperti khalayak, sasaran, komunikan, atau dalam bahasa Inggris disebut audience atau receiver. Dalam proses komunikasi telah dipahami bahwa keberadaan penerima adalah akibat karena adanya sumber. Tidak adanya penerima jika tidak ada sumber. Penerima adalah elemen penting dalam proses komunikasi, karena dialah yang menjadi sasaran dari komunikasi. Jika suatu pesan tidak diterima oleh penerima, akan menimbulkan berbagai macam masalah yang sering kali menuntut perubahan, apakah pada sumber, pesan, atau saluran.

5.        Pengaruh atau efek, Pengaruh atau efek adalah perbedaan antara apa yang dipikirkan, dirasakan, dan dilakukan oleh penerima sebelum dan sesudah menerima pesan. Pengaruh ini biisa terjadi pada pengetahuan, sikap dan tingkah laku seseorang. Oleh karena itu, pengaruh bisa juga diartikan perubahan atau pengetahuan, sikap, dan tindakan seseorang sebagai akibat penerimaan pesan (Hafied Cangara, 2008;22-27)





        Tingkatan



Para pakar komunikasi secara umum menjelaskan  ragam tingkatan komunikasi adalah sebagai berikut:



Komunikasi Intrapribadi (Intrapersonal Communication)

Yaitu komunikasi yang terjadi dalam diri seseorang yang berupa proses pengolahan informasi melalui panca indera dan sistem syaraf manusia.

Komunikasi Antarpribadi (Interpersonal Communication)

Yaitu kegiatan komunikasi yang dilakukan seseorang dengan orang lain dengan corak komunikasinya lebih bersifat pribadi dan sampai pada tataran prediksi hasil komunikasinya pada tingkatan psikologis yang memandang pribadi sebagai unik. Dalam komunikasi ini jumlah perilaku yang terlibat pada dasarnya bisa lebih dari dua orang selama pesan atau informasi yang disampaikan bersifat pribadi.



Komunikasi Kelompok (Group Communication)

Yaitu komunikasi yang berlangsung di antara anggota suatu kelompok. Menurut Michael Burgoon dan Michael Ruffner dalam Sendjaja,(1994) memberi batasan komunikasi kelompok sebagai interaksi tatap muka dari tiga atau lebih individu guna memperoleh maksud atau tujuan yang dikehendaki seperti berbagi informasi, pemeliharaan diri atau pemecahan masalah sehingga semua anggota dapat menumbuhkan karakteristik pribadi anggota lainnya dengan akurat.



Komunikasi Organisasi (Organization Communication)

 Yaitu pengiriman dan penerimaan berbagai pesan organisasi di dalam kelompok formal maupun informal dari suatu organisasi (Wiryanto, 2005).



Komunikasi Massa (Mass Communication)

Komunikasi massa dapat didefinisikan sebagai suatu jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah audien yang tersebar, heterogen, dan anonim melalui media massa cetak atau elektrolik sehingga pesan yang sama dapat diterima secara serentak dan sesaat. 






https://www.e-jurnal.com/2013/12/ragam-tingkatan-komunikasi.html


Senin, 01 Oktober 2018


Definisi Komunikasi Menurut Para Ahli

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatu.

Berbicara tentang ilmu komunikasi, tentu anda harus mengetahui dulu beberapa hal dasar yang berkaitan dengan komunikasi. Secara umum, komunikasi adalah sebuah proses yang berkaitan dengan orang lain untuk menyampaikan sebuah maksud dan tujuan tertentu. Intinya, tujuan dalam sebuah komunikasi adalah penyampaian informasi.

                      
Adapun proses komunikasi yakni merupakan unsur terpenting dalam menentukan berhasil atau tidaknya proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan yang menjadi tujuan utama dari komunikasi. Jika proses ini berjalan dengan baik, maka hasilnya juga pasti sesuai dengan yang diharapkan oleh komunikator. Ada banyak sekali definisi mengenai komunikasi. menurut catatan Frank Dance dan Carl Larson, ada 126 definisi komunikasi yang berlainan di tahun 1976.

bagaimana sekarang ?Namun dari semua itu tidak ada yang salah ataupun benar mutlak?

Seperti juga model atau teori, definisi harus dilihat dari kemanfaatannya untuk menjelaskan fenomena yang didefinisikan.

1. Harold Laswell

Laswell menyatakan; “who says what in which channel to whom and with what effect”. Yang juga memiliki makna bahwa komunikasi pada dasarnya adalah sebuah proses yang menjelaskan tentang seseorang mengatakan apa, dengan media apa, dan hasil atau akibat apa.
Setiap ahli memiliki pandangannya masing-masing tentang definisi komunikasi. Namun yang menjadi ciri Harold Laswell adalah adanya penekanan makna, ruang lingkup, serta konteks yang berbeda. Disini, secara lebih detail, definisi dari Laswell menjabarkan tentang adanya lima komponen yang berkaitan dengan komunikasi. Komponen yang dimaksud adalah:
  • Siapa pelaku yang menjadi sumber utama penyampaian informasi. Bisa juga disebut sebagai pihak pertama yang menjadi awal atau memulai dari terjadinya komunikasi.
  • Apa atau bahan informasi yang disampaikan.
  • Pihak kedua atau penerima informasi yang menjadi lawan bicara dari pihak pertama.
  • Media yang digunakan sebagai alat untuk melalukan komunikasi.
  • Hasil atau akibat dari informasi yang disampaikan oleh pihak pertama kepada yang menerima atau pihak kedua.
Secara tidak langsung, disini Laswell ingin menyatakan bahwa komunikasi dilakukan secara sengaja untuk menyampaikan informasi tertentu. Berdasarkan hal tersebut, maka dapat disimpulkan jika komunikasi merupakan proses dari serangkaian tindakan yang terjadi secara bertahap dan berhubungan. Dalam artian lain, komunikasi ini dilakukan secara sadar sesuai dengan keinginan dari pelaku yang menjadi pihak pertama atau pihak yang berinisiatif memulai komunikasi.

2.  Anwar Arifin

Arifin menyatakan bahwa komunikasi adalah sebuah proses yang kaya makna. Hal ini dikarenakan komunikasi dapat dipetakan dengan menempatkan komunikasi sebagai proses sosial yang terdapat dalam konteks ilmu sosial. Disini, para ahli dari bidang ilmu sosial melakukan riset menggunakan pendekatan komunikasi yang secara general berfokus pada satu titik, yaitu aktivitas manusia serta keterlibatan pesan dan tindakan yang dilakukan.
Berdasarkan pernyataan tersebut, Anwar Arifin memandang komunikasi sebagai proses penyampaian informasi yang multi makna. Namun tetap berpaku pada satu titik, dimana fokusnya adalah kegiatan, kaitan dan juga tindakan manusia.

3.  Carl I Hovland

Hovland menyebutkan bahwa komunikasi merupakan suatu proses yang memungkinkan seorang komunikator menjadi api pemantik untuk memberikan rangsangan dengan tujuan mengubah dan membentuk sikap atau prilaku pada diri orang lain.
Disini, Hovland secara lebih detail menjelaskan bahwa tujuan dari komunikasi adalah untuk mengubah atau membentuk sikap seseorang membentuk sikap seseorang sesuai dengan keinginan si komunikator.

4. Bernard Berelson & Garry A. Steiner

Menurut Berelson & Steiner, komunikasi adalah proses transmisi atau pemindahan atau penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian dan lain sebagainya menggunakan lambang seperti kata-kata, angka, grafik, figur, gambar dan lain-lain.
Berdasarkan definisi di atas Berelson & Steiner ingin menekankan bahwa dalam komunikasi ada suatu proses memberikan informasi dan lain sebagainya dengan menggunakan kata-kata, angka maupun gambar sebagai media. Jadi bisa disimpulkan bahwa komunikasi bukan melulu tentang menyampaikan sesuatu melalui kata-kata yang disuarakan saja. Namun juga bisa menggunakan media lain. Sedangkan proses transmisi atau pemindahan informasi itulah yang disebut komunikasi.

5. Rogers & D Lawrence Kincaid

Menurut Rogers & D Lawrence, komunikasi merupakan sebuah proses pertukaran informasi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. Yang pada akhirnya akan menimbulkan rasa pengertian yang mendalam.
Mengenai pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa Rogers & D Lawrence menganggap bahwa komunikasi merupakan sebuah upaya untuk memberi dan menerima informasi. Dalam konteks ini, seseorang akan memberikan informasi yang dia ketahui dan pihak lainnya akan memberikan respon serupa. Sehingga akhirnya sampai pada titik dimana orang-orang yang menjadi pelaku komunikasi tersebut mencapai sebuah pemahaman yang sama.

6. Barnlund

Barnlund mengatakan bahwa komunikasi akan timbul disebabkan adanya dorongan berupa kebutuhan yang bertujuan meminimalisir ketidakpastian, mempertahankan ego, memperkuat ego, dan bertindak secara efektif.
Melalui teorinya ini, Barnlun ingin menjelaskan bahwa komunikasi merupakan sebuah akibat dari adanya dorongan kebutuhan yang bertujuan untuk mengurangi ketidakjelasan sebuah berita atau informasi. Sehingga seseorang dapat mengambil tindakan yang diperlukan. Namun selain itu, komunikasi juga bisa digunakan sebagai alat untuk mempertahankan atau memperkuat statement seseorang.

7. Aristoteles

Ilmuwan ternama Arstoteles juga memiliki pendapat dan pandangan tersendiri mengenai komunikasi. Aristoteles menyatakan bahwa komunikasi merupakan sebuah media atau alat yang membuat masyarakat dapat berpartisipasi dalam demokrasi.
Disini jelas disampaikan bahwa Aristoteles menganggap jika komunikasi merupakan sebuah alat atau perantara yang sangat penting. Dimana komunikasi juga bisa menjadi penghubung antara masyarakat dengan pemerintah di dalam sistem demokrasi. Yang juga berarti, tanpa komunikasi maka sudah pasti demokrasi tidak bisa diterapkan.
Menurut lexicographer (ahli kamus bahasa), komunikasi adalah upaya yang bertujuan berbagi untuk mencapai kebersamaan. Jika dua orang berkomunikasi maka pemahaman yang sama terhadap pesan yang saling dipertukarkan adalah tujuan yang diinginkan oleh keduanya.
8. Webster’s New Collegiate Dictionary edisi tahun 1977 antara lain menjelaskan bahwa komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi diantara individu melalui sistem lambang-lambang, tanda-tanda atau tingkah laku.
9. Komunikasi adalah suatu proses melalui mana seseorang (komunikator) menyampaikan stimulus (biasanya dalam bentuk kata-kata) dengan tujuan mengubah atau membentuk perilaku orang-orang lainnya (khalayak). Hovland, Janis & Kelley:1953
10. Komunikasi adalah suatu proses yang membuat sesuatu dari yang semula dimiliki oleh seseorang (monopoli seseorang) menjadi dimiliki oleh dua orang atau lebih. Gode, 1959
11. Komunikasi adalah suatu proses yang menghubungkan satu bagian dengan bagian lainnya dalam kehidupan. Ruesch, 1957
12. Komunikasi adalah seluruh prosedur melalui mana pikiran seseorang dapat mempengaruhi pikiran orang lainnya. Weaver, 1949
13. Achmad S. Ruky, Sukses sebagai manajer Profesional tanpa gelar MM atau MBA - Komunikasi adalah proses pemindahan dan pertukaran pesan yang dapat berbentuk fakta, gagasan, perasaan, data atau informasi dari seseorang kpd org lain, utk mempengaruhi dan/atau mengubah informasi dan tingkah laku orang yang menerima pesan.
14. Atep Aditya Barata, dasar-dasar pelayanan prima adalah poses pengiriman dan penerimaan pesan atau berita (informasi) antara 2 orang atau lebih dengan cara yang efektif, sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami.
15. DRS. Agus M. Hardjana, M.Sc., ED KOMUNIKASI INTERPERSONAL DAN INTRAPERSONAL, Komunikasi dapat dirumuskan sebagai kegiatan dimana seseorang menyampaikan pesan dari media tertentu kepada orang lain dan sesudah menerima pesan serta memahami sejauh kemampuan, penerimaan pesan menyampaikan tanggapan melalui media tertyentu pula kepada orang yang menyampaukan pesan itu kepadanya.
16. Lexicographer: Komunikasi adalah upaya yg bertujuan berbagi untuk mencapai kebersamaan. Jika dua orang berkomunikasi maka pemahaman yg sama terhadap pesan yg saling dipertukarkan adalah tujuan yg diinginkan oleh keduanya.
17. Shannon & Weaver: Komunikasi adalah bentuk interaksi manusia yg saling pengaruh mempengaruhi satu sama lainnya, sengaja atau tidak sengaja. Tidak terbatas pada bentuk komunikasi menggunakan bahasa verbal, tetapi juga dalam hal ekspresi muka, lukisan, seni, dan teknologi.
18. M. Djenamar. SH: Komunikasi adalah seni untuk menyampaikan informasi, ide-ide, seseorang kepada orang lain.
19. Murphy & Mendelson: Komunikasi merupakan suatu komunikaso untuk membangun & mempertahankan hubungan interpersonal.
20. Stewart L. Tubbs & Sylvia Moss: Komunikasi adalah proses makna diantara dua orang atau lebih.
http://pengertianahli.id/2013/07/pengertian-komunikasi-menurut-para-ahli.html

Asas Asas Komunikasi Manusia    Gunung Es Komunikasi Yang Terlihat dan Yang Tak  Terlihat Dari Komunikasi Manusia  Sebagian be...